Financial Planning in Your Early Career

banner-financial-planning

Sering merasa gaji tiap bulan kurang?

Di akhir bulan suka hutang ke teman?

Sudah setahun kerja tapi belum punya tabungan?

Walopun sempat belajar mata kuliah Financial Planning di kampus, miris adalah ketika tidak benar-benar mempraktikkan ilmu yang sudah di dapat. Teori nya sih sudah khatam. Suka share ke teman-teman, tapi sendirinya belum ahli dalam merealisasikan.

Sebelum kamu menyesal seperti saya, yang ternyata setelah setahun kerja baru mulai merealisasikan financial planning dengan benar, mungkin tips-tips ini bisa membantu.

Budget Allocation (Komposisi Pengeluaran Bulanan)

Pertama-tama alokasikan gaji yang sudah didapat dengan proporsional

Kalo menurut Ryan Filbert dalam bukunya “Menjadi Kaya & Terencana dengan Reksadana”, 

Kebutuhan hidup : Utang : Tabungan : Investasi50 : 30 : 10 : 10

Sedangkan menurut Tejasari Asad dalam buku nya “Financial Check Up! In What Stage are You?”,

Tabungan / Investasi : 10%

CIcilan Utang : 30 %

Pengeluaran Rutin : 40%

Pengeluaran Pribadi : 20&

Tapi kalo saya sendiri, lebih senang dengan mengkombinasikan keduanya,

Kebutuhan Hidup Rutin : 40%

Pengeluaran Pribadi : 10%

Tabungan : 10%

Investasi : 10 %

Utang : 30 %

Apa bedanya Kebutuhan Hidup Rutin dan Pengeluaran Pribadi?

Kalo berdasarkan Tejasari Asad, kebutuhan hidup rutin adalah kebutuhan keluarga rutin rumah tangga seperti pembayaran listrik, air, dan belanja kebutuhan pokok bulanan. Sedangkan, pengeluaran pribadi adalah kebutuhan untuk beli baju dan make up.

Kalo saya sendiri, sebagai anak kos, kebutuhan rutin saya yaitu

  • Bayar Kos
  • Laundry
  • Pulsa
  • Kebutuhan pokok bulanan (sabun, shampo, dll)
  • Makan dan Transport

Sedangkan pengeluaran pribadi yaitu

  • Baju kerja
  • Make up
  • Sepatu
  • Lain-lain (Kado teman ulang tahun, nikah, dll)

Apa bedanya Tabungan dan Investasi?

Kata Ryan Filbert, yang termasuk ke dalam tabungan yaitu Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa, sedangkan investasi yaitu deposito, saham, reksa dana, obligasi, properti, dan logam mulia.

Investasi, merupakan salah satu strategi kita untuk mencapai tujuan-tujuan dalam hidup kita, seperti mengumpulkan dana darurat, dana menikah, dana uang muka rumah, dana pendidikan, dan dana pensiun.

Tabungan, berupa asuransi, adalah upaya kita dalam memberikan proteksi atas apa yang kita miliki

Mengapa kita menyisihkan 30% untuk cicilan utang?

Mungkin sebagian dari kita yang baru memasuki dunia kerja belum memiliki cicilan hutang secara rutin. Namun, bila kamu berencana untuk membeli rumah dengan KPR, cicilan yang disyaratkan oleh Bank adalah 30%. Kalo saat ini belum punya hutang, mungkin bisa dialokasikan untuk menabung liburan bersama teman-teman.

Misalkan, gaji per bulan adalah Rp 5,000,000,- , maka alokasinya adalah sebagai berikut.

Kebutuhan Hidup Rutin (40%) : Rp 2,000,000,-

  • Bayar Kos : Rp 1,000,000,-
  • Kebutuhan sehari-hari : Rp 1,000,000,-

Pengeluaran Pribadi (10%) : Rp 500,000,-

Tabungan (10%) : Rp 500,000,-

Investasi (10%) : Rp 500,000,-

Utang (30%) : Rp 1,500,000,-

Control dan Manage Pengeluaran Secara Rutin dengan Personal money Tracker

Untuk memudahkan dalam control pengeluaran, gunakan template Personal Money Tracker Microsoft Excel, download here

Input pengeluaranmu setiap hari menjelang sebelum tidur, dengan cara ini, kamu bisa dengan mudah menganalisis pengeluaran apa saja yang harus kamu kendalikan untuk bisa lebih berhemat.

Selamat mencoba!

References :

  1. Menjadi Kaya dan Terencana dengan Reksadana – Ryan Filbert – 2013 – Elex Media Computindo
  2. Financial Check Up! In What Stage are You? – Tejasari Asad – 2013 – Kepustakaan Populer Gramedia
Advertisements