Said about Life

Sekitar 1 bulan yang lalu, tepatnya di bulan Zulhijjah saya sempat beberapa kali diundang ke resepsi pernikahan teman. Kalo lihat banyak nya relasi yang sudah memasuki ke jenjang yang berikutnya, yaitu menikah, seolah menikah adalah hal yang begitu banyak di nanti sebagian yang lainnya. Ditambah lagi dengan banyak nya pertanyaan dari orang – orang sekitar, “Kamu kapan?”

Tapi disisi lain saya juga sempat ditunjukkan oleh Allah SWT, bahwa dibalik nikmatnya menyempurnakan setengah agama, sesungguhnya ada banyak liku-liku yang harus dihadapi.  Yang saya temukan, setiap rumah tangga itu banyak cobaannya.

Siapa yang terpikir oleh seorang istri, setelah 15 tahun menikah, tiba-tiba suaminya lebih memilih wanita lain. Ada juga suami yang sangat sayang dengan istrinya, tiba-tiba diuji dengan bisnis suami yang ditipu orang. Dan tentu saja masih banyak lagi cerita-cerita di luar sana.

Well, they showed me that the important thing is that we have same goals and guidance in marriage. Ibaratnya, kita mau mendayung perahu bersama, ga bisa yang satu mendayung, yang satu diam aja, harus saling bekerjasama, menghadapi gelombang-gelombang yang kita lewati. Sebab, kita nggak pernah tau di tengah lautan gelombang yang kita temui, laut yang lagi kita sebrangi itu dangkal atau dalam.

Tapi kalo menurut saya sih, untuk menikah, yang terpenting adalah, suami dan istri yang dapat memahami dan menjalankan hak dan kewajiban, dan keep on track to reach their goals, as well as motivate each other. Jadi, mau seberat apapun cobaannya, sebesar apapun badainya, mereka tetap bisa saling support, saling menguatkan satu sama lain baik du dunia dan di akhirat.

Advertisements

Life Elevation

Katanya menjadi lebih baik dari hari ke hari itu bukan perkara mudah, tapi beruntunglah saya memiliki teman-teman yang mengajarkan begitu banyak hal yang mendewasakan.

Seorang teman menyebutnya “Upgrading Life”, yang memiliki arti segala sesuatu yang membuat kita lebih baik, mungkin tempat tinggal yang lebih baik dan lebih nyaman, atau hal baru yang belum pernah kita lakukan sebelumnya.

Seseorang mengajarkan untuk melakukan paling sedikit nya satu hal yang baru, sesederhana menjatuhkan uang koin untuk pengemis saat kita berangkat beraktivitas di pagi hari, atau menelepon orang tua di rumah yang biasanya menunggu ditelpon, sekarang kita yang mulai nelpon mereka secara rutin.

Seseorang yang lain mengajarkan untuk menilik kekurangan-kekurangan dalam diri, dan mencoba mengurangi hal tersebut paling sedikitnya satu hal setiap harinya.

Keep being a better person and always can inspiring others

Truly Friend

Postingan kali ini saya tulis untuk salah sahabat terbaik saya, tidak menyangka dipertemukan saat pertama kali diterima masuk ITB, berjuang bersama selama tiga tahun kuliah di SBM, dan sampai sekarang masih berjuang bersama dalam dunia karir di tempat yang berbeda, tapi alhamdulilah masih bisa tetap terus saling memberi dukungan, doa, dan semangat satu sama lain.

Mungkin sudah terlalu banyak momen yang kita lewatkan bersama, tapi inilah beberapa yang terlintas dalam pikiran saya,

Daftar Ulang di Sabuga

Menunggu panggilan saat daftar ulang memang sesuatu sekali, sudah harus datang subuh supaya cepat bisa masuk gedung sabuga, dan duduk di dalam pun ternyata cukup membuat diri ini mengantuk. Dan di samping saya ternyata ada teman baru yang mengajak berkenalan, dengan memakai rok dan kemeja formal, seperti orang yang mau melamar kerja, ternyata namanya Ersha. Rupanya dia bukan orang yang bisa berdiam diri untuk waktu yang lama, jadilah dia mengajarkan saya bermain tepuk tangan kayak saman, tapi sampai sekarang saya juga ga bisa-bisa. Kami kemudian bertukar kontak telepon dan membuat janji untuk tinggal di asrama putri Kanayakan ITB bersama.

Asrama bareng, Kost bareng

Seperti janji saat daftar ulang, kami pun tinggal bersama di asrama kurang lebih 9 bulan, dan kost di tempat yang sama sampai lulus. Echa dengan kamarnya yang jauh lebih rapi meskipun barangnya super banyak dan lengkap. Sahabat yang pali baik, karena suka masakin sayur dan lauk kalau week end, meskipun saya suka mager pake banget kalo diajak belanja ke Pasar Simpang.

Kuliah dan Organisasi

Selama di SBM kami tidak pernah satu tutorial, dan itulah alasannya walaupun kami satu jurusan dan satu kosan tapi tetap saja kadang jarang bertemu. 80 persen organisasi yang kami ikuti pun sama, walaupun akhirnya kami pun tetap memiliki prioritas yang berbeda, Echa hampir setiap minggu ke Ciwidey dengan Satoe Indonesia nya, sedangkan saya hampir tidak pernah pulang dari studio radio kampus.

Beasiswa Orang Tua Asuh

Manusia memang tidak pernah tau skenario Tuhan, tidak menyangka kami pun memiliki orang tua asuh yang sama, yaitu Pak Hariono, pemilik restaurant Midori, Resto Ngalam, dan Bersih Sehat. Dan hingga kini kami masih bersama menjadi anak asuhnya, alhamdulilah kami diberikan tempat selama meniti dan mengawali karir di Jakarta

Conference Thailand

Meskipun kami memiliki sifat dan minat yang sangat berbeda, tapi perbedaan hadir untuk saling melengkapi. Cerita mencari sponsor pertama kali nya nge bolang ke ibukota, meskipun saya suka mengeluh diajak jalan jauh, kemana-mana minta naik taksi, pengalaman jalan mengitari monas karena mengira jalan dari Kemenparekraf ke Kemenlu itu dekat, atau jalan dari GBK sampai ke Karet. Jalan sejauh apapun ternyata tidak terasa kami lewati bersama. Hingga akhirnya, perjuangan pun terbayar saat kami mendapat kesempatan untuk mempresentasikan tugas akhir kami

Perbedaan

Berbicara soal perbedaan di antara kami tidak akan pernah habis sepertinya, berselisih pendapat tidak jarang kami alami. Saling sebel dan kesel karena kekurangan sifat diri kita masing-masing juga kerap kali, Tapi ya itu lah yang saya sebut The Truly Friends.

Latar belakang keluarga yang berbeda, membentuk pribadi yang berbeda pula, membuat saya belajar banyak hal. Belajar untuk lebih berjuang dan lebih bersyukur. Echa yang sama sekali tidak pernah mau kalah berkompetisi berbanding dengan karakter saya yang mudah menerima keadaan, sebagai salah satu contohnya.

Alhamdulilah, hingga saat ini kami masih bersama, walaupun masing-masingnya sedang berjuang untuk mencapai kesuksesan dalam berkarirnya. Dilema yang kami hadapi memang kesulitannya terus berkembang, but that what are friends are for.

Semoga persaudaraan ini akan berlanjut sampai ke anak cucu kami.

Truly friends in Work Place

download

Jeff Zalaya said in his post that,

The workplace might not be the ideal place to make close friends so instead work on nurturing the friendships that you already have and join volunteer or interest groups that make it easier to meet like-minded people

You may found his article in here

In my 30 first day, the one of lesson that I can learned is in working environment, our colleagues and friends come and go depends on their own pathway. In the office, we may work together, as part of a team, which make us feel being happy to work although in lately night. However, not such as when during study in school or university, we can play and learn everyday, with the orientation training in our first day and finally we graduated together on the graduation day.

When you start your career, you can found that everybody has their own graduation date, maybe just a month, two months, three months, or may be three years, and so on. On the way to go, some of them resign to get a better job, open business, or have family problem so they have to. We may lose where are they in the next several years, because each of us has been busy with our own job and family. Then, suddenly we meet them in a mall or in our own way to go.

In campus, I remember that almost everyday after my class was done, me and my friends like to hanging out, meet up and dinner in near campus until night has came, and we are happy to do that. Then, let’s think back to the workplace, go home in 5 pm may be feel so long to wait. Day to day, most of us go home directly from the office, we rarely have plenty time to hanging out with friends anymore, most of us has had family, spouse, and children. May be it’s kinda boring, but you have to. Therefore, week end might be the best for you to calling and meet up again with your friends in university to refresh your mind.

That’s way it’s right that we may hard to find the truly friends in our workplace

The Choices

choices

Based on my experience, there are some types of choices that we would met in daily.

Sometimes we meet some happy choices, all of them are nice to us. then we confused about choose one, because we want choose them all. Then, you would also faced with the mix choices, certainly we would choose the good one, and leave  the bad one. How about choose unhappy choices? No one of choice we wanna choose actually, but we still have to.

choice

So, how to choose the best one? There are several things which you may considered?

The risks or the consequences of each

Each choice has their own risks. We should identify what is the risk that we possible met, and calculate where is the less risk, or which is the acceptable risk for us.

risk

Our passion

Choose based on our passion is the easiest. We just looking for what are the choices which make us very happy. Some said that it would be better if “Do what you love and Love what you do”

passion

The chances

We could also considering about the chance about getting that choice. Sometimes the choices not come yet, but we should think about it in design a plan. We should calculate about the possibility of our chance to having those choice. The higher chance would the better one.

chance

The profitability

Every choice may give us the benefit, then we should consider about how much profitable to us. The higher benefit, certainly makes my life well. We may starts to begin from identifying what are the good impact when we choose each of them.

profit

The opportunity cost

The loss may not come from the choice itself, but from the other choice which we don’t gonna choose. When we choose one, it means we will trough the other one. How much opportunity which we should pay when leaving a choice? It would be opportunity cost.

opportunity cost

After you make effort to find the best one in your logical, don’t forget to ask your God, what is the better one. Then, you would more confident with your choice, and ready to get the all consequences. Let’s try.

Why Internship is very important

images

Pernah nonton film The Internship yang di perankan oleh Vince Vaughn (Billy) dan Owen Wilson (Nick)? Sebuah film tentang dua orang yang sedang mencari pekerjaan baru dan memutuskan bergabung dengan Google Inc malalui program Internship. Dalam film ini ditunjukkan bagaimana pentingnya kreativitas, teamwork, leadership, dan juga the principle of never give up untuk menjadi high performing talent sebuah perusahaan.

The Internship Official Trealer

Setelah menonton film tersebut, yang terlintas dalam pikiran saya adalah

How the internship experience is very precious as well as get a permanent job.

That’s why, It doesn’t matter if I accepted as intern first, then I got a permanent job. Dan rupanya doa tersebut terkabul.

Emang apa sih manfaatnya internship? Disini saya akan berbagi pengalaman tentang internship yang saya ikuti setelah lulus kuliah.

#1

Tepat dua minggu setelah sidang skripsi, saya mendapat kesempatan untuk internship di sebuah bank nasional ketiga terbesar di Indonesiakurang lebih selama dua bulan. Sesuai dengan bidang yang diminati, saya belajarbanyak di Divisi Penganggaran dan Pengendalian Keuangan (PKU). Ya, It’s very wonderful karena ternyata bukan hanya bisa belajar soal teori dan praktik tentang perbankan, tetapi juga belajar bagaimana beradaptasi dengan tim kerja yang berbeda-beda. Ada yang kekeluargaannya tinggi, ada juga yang dominan individual. Cara belajar juga berbeda-beda, ada yang menuntut kita untuk menjadi fast learner, ada yang lebih ke high initiative, dan ada juga yang lebih menuntut kemampuan dalam bekerja secara cepat dan timely manner.

#2

Sebulan setelah usai internship di bank, saya mendapat kesempatan internship kembali di Financial Services Company yang juga merupakan one of big four financial service in the world kurang lebih selama tiga bulan. Berbeda dengan perusahaan sebelumnya, disini lebih dituntut untuk lebih bisa lead self. User (atasan) tidak pernah memberi deadline, kapan sebuah tugas harus diselesaikan.

Why?

Because she thinks that only me who knows how long it takes to finishing that project. She never asked me about the progress, because she pursue only me who knows when I need to discuss with her. So, I have to arrange meeting or discussed with her within my initiative, looking her schedule by my own, and have clear topics what to discussed on that meeting. 

Sesuatu yang sangat baru dan challenging bagi saya. Biasanya kan yang ngajak meeting itu atasan, yang nagih tugas itu juga atasan, yang tau mau ngomongin apa di meeting juga atasan. That’s the distinctive between the global companies and national or state-owned companies in Indonesia

after internship, we would have outstanding performance to compete with other job seeker to winning the competition after internship.

Setelah lulus mau kemana?

Mau kemana setelah lulus kuliah?

“The insane may dream and design a grand plan, but they will never know what is their next destiny”

Mau kemana setelah lulus nanti? Pertanyaan yang sering kali ditanyakan orang saat kita sudah selesai sidang atau wisuda. Pertanyaan yang paling tidak diharapkan bagi mereka yang belum tahu jawaban dari pertanyaan tersebut. Bahkan tidak sedikit mahasiswa yang rela menunda kelulusannya untuk menunggu jawaban atas pertanyaan paling sensitif itu.

Biasanya, setelah lulus ada beberapa alternatif yang ditawarkan

Bekerja? Melanjutkan studi? Menikah? Membuka usaha?

Tapi menentukan pilihan ternyata tidak semudah menjawab pertanyaan pilihan ganda saat ujian, setelah memilih satu jawaban paling benar, kemudian kita dapat melanjutkan ke soal berikutnya.

Menurut saya, ada banyak impian yang menanti untuk digapai setelah kita lulus, that’s why, it would be better if you could graduate sooner.

Berbicara soal rencana setelah lulus, layaknya menjalankan sebuah event, ada beberapa rencana yang harus dipersiapkan. Berdasarkan pengalaman, ini adalah contoh  plan yang saya buat di tahun kemarin

Plan A adalah rencana apabila saya beruntung langsung mendapatkan pekerjaan setelah lulus.

Plan B adalah rencana internship untuk menambah pengalaman sebelum mendapatkan permanent job.

Plan C adalah rencana untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris, di sebuah kampung di Kota Kediri yaitu Kampung Inggris.

Plan D adalah rencana untuk menjadi aktivis dalam organisasi non profit seperti menjadi pengajar untuk anak jalanan atau kegiatan sosial lainnya.

Plan B,C dan D adalan backup plan yang akan menjadi pedoman bagi kita saat plan A belum dapat kita capai. Dengan begitu, kita dapat memiliki rencana yang jelas setelah kita lulus nanti. Setiap orang tentu saja memiliki impian dan rencana masing-masing. That’s why, you should make a plan for your own destiny.

Did you have a plan for after graduation?